Sejarah Merlion

Kata Merlion berasal dari kata mer (laut) dan lion (singa) yang berarti Singa Laut. Merlion merupakan suatu binatang dongeng yang memiki kepala singa dan badan ikan. Simbol ini digunakan sebagai icon dari Singapura. Penggunaan kepala singa karena merepesentasikan kata singapura atau kota singa. Sedangkan penggunaan simbol badan ikan, karena sebelumnya wilayah singapura bernama temasek atau kampung ikan.

Simbol Merlion didesain oleh Fraser Brunner, yaitu anggota Souvenir Committee dan kurator dari Van Kleef Aquarium, untuk kebutuhan logo Singapura yang diselenggrakan oleh Badan Pariwisata atau Singapore Tourism Board (STB). Penggunaan logo ini digunakan sejak tahun 1964 sebagai logo dari Badan Pariwisata Singapura sampai tahun 1997. Namun setelah itu, simbol merlion tetap digunakan sebagai trademark singapura. Simbol merlion ini digunakan juga dalam berbagai macam suvenir yang ada di Singapura.

Pada sekitar abad 11 masehi, dikisahkan seorang raja Sang Nila Utama dari kerajaan Sriwijaya Sumatera telah menemukan suatu pulau di wilayah Temasek. Pada waktu mendarat di daratan, raja tersebut menemukan binatang buas yang dikemudian hari merupakan seekor singa. Oleh karena itu, sejak itu wilayah tersebut disebut sebagai kota singa atau singapura.

Terdapat 5 patung Merlion di wilayah Singapura, diantaranya :
1. Patung asli Merlion di Merlion Park
2. Patung kecil dengan tinggi 2 meter atau dikenal juga dengan sebutan baby merlion berada di belakang patung asli di Merlion Park.
3. Patung besar dengan tinggi 37 meter di pulau Sentosa
4. Patung dengan tinggi 3 meter di Tourism Court dekat Grange Road.
5. Patung dengan tinggi 3 meter di Mount Faber Point.

Merlion Park merupakan tempat yang paling favorit untuk dikunjungi dan termasuk yang paling banyak di foto, karena memang disitu pertama kalinya patung Merlion ditampilkan. Kemudian, patung merlion raksasa yang berada di pulau sentosa juga menarik untuk dikunjungi, karena banyak tempat menarik lainnya disekitar pulau sentosa. Patung yang mana yang akan anda tuju, itu terserah anda. Yang penting, tentukan rute perjalanan kunjungan dengan optimal.

Incoming search terms for the article:

This entry was posted in Singapura and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>