June 13th, 2010 @
novrand //
99 Comments
Untuk menuju ke pulau sentosa dapat dilakukan dengan beberapa mode transportasi, yaitu bis, MRT dan taxi. Jika menggunakan MRT maka menggunakan jalur North East Line dan berhenti pada stasiun Harbourfront. Jika sebelumnya menggunakan jalur East West Line maka harus berpindah dulu di stasiun Outram Park baru menuju jalur North East Line ke arah Harbourfront. Sedangkan jika berada pada jalur Nort South Line maka dapat berpindah di stasiun Dhoby Ghaut dan kemudian menuju kereta North East Line untuk menuju ke HarbourFront. Sesampai di HarbourFront, kita dapat memilih menggunakan Cable Car atau kereta Sentosa Express untuk menyeberang.
Cable Car
Menggunakan Cable Car atau kereta gantung dapat juga berangkat dari Mount Fabber, tapi karena sudah ada di HarbourFront maka tinggal naik ke lantai atas untuk menuju ke terminal Cable Car. Harga tiket untuk pulang pergi sebesar S$18.9. Cable Car ini sudah beroperasi sejak tahun 1974, dan mengalami berbagai macam renovasi. Pada saat ini (2010) pun sedang berlangsung renovasi, sehingga layanan Cable Car sedang ditutup sejak tahun 2009. Dengan Cable Car akan berhenti di wilayah Imbiah di pulau Sentosa.
Sentosa Express

Untuk menggunakan Sentosa Expres maka perlu menuju terlebih dahulu ke Vivo City, lokasinya bersebelahan dengan Harbourfront. Tinggal mengikuti petunjuk arah yang ada menuju ke vivo city. Lokasi stasiun Sentosa Express berada pada lantai paling atas. Untuk memudahkan mencari stasiun tersebut, jangan terburu buru naik sembarang eskalator. Cari terlebih dahulu pintu masuk utama vivo city, kemudian tinggal naik eskalator yang ada di dekat situ menuju ke lantai paling atas. Soalnya saya sendiri sering nyasar di vivo city.

Sesampai di stasiun Sentosa Express, kita bisa memilih untuk membeli paket paket wisata terlebih dahulu atau langsung membeli tiket kereta saja. Untuk membeli tiket kereta saja, cukup menggunakan mesin tiket yang ada disamping. Harga tiket sentosa express atau disebut juga dengan sentosa pass sebesar $3. Dan biasanya tidak mengantri seperti pada pembelian tiket paket wisata. Setelah tiket diperoleh, bisa langsung menuju kereta untuk menyeberang ke pulau sentosa.

Dengan kereta Sentosa Express, akan terdapat 3 pilihan stasiun pemberhentian, yaitu Resorts World, Imbiah dan Beach Station. Di Resort Worlds yang baru dibuka pada tahun 2010 ini, kita dapat mengunjungi tempat tempat yang menarik seperti Universal Studio Singapore, Marine Life Park, Maritim Xperential Museum, dan FestiveWalk. Disini juga terdapat beberapa hotel seperti Hard Rock Hotel, Crockford Tower, Hotel Michael, Festive Hotel, Equarius Hotel dan Spa Villas.
Di Imbiah Station, dapat berjalan jalan ke berbagai wahana wisata seperti Butterfly Park & Insect Kingdom, Cable Car, Images of Singapore, Merlion Walk, Nature Walk, Sentosa 4D Magix, Sentosa CineBlast (Desperados), Sentosa Luge & Skyride, Sentosa Nature Discovery, The Merlion dan Tiger Sky Tower.
Untuk station terakhir yaitu Beach Station, kita bisa berpergian ke beberapa tempat di tepi pantai, seperti Siloso Beach, Palawan Beach dan Tanjong Beach. Atau ke arah Siloso Point.
Incoming search terms for the article:
Category :
Transportasi
June 10th, 2010 @
novrand //
No Comments
Di daerah Marina Bay terdapat banyak tempat menarik untuk dikunjungi, diantaranya Esplanade Theatre, Citylink Mall, Suntec City, The Singapore Flyer, Singapore F1, The Fullerton, Merlion Park, Sand Hotel, Marina Bay Sands. Untuk menuju ke wilayah Marina Bay dengan menggunakan jalur MRT dapat turun pada stasiun City Hall atau Raffles Place. Kedua stasiun itu dilewati oleh jalur North South Line dan East West Line. Jadi tentukan jalur kereta MRT mana yang akan dipilih berdasarkan lokasi keberangkatan untuk menuju ke kedua stasiun tersebut.
Apabila turun melalui City Hall, maka rute yang ditempuh yaitu melalui Citilink Mall terlebih dahulu. Disini dapat berjalan jalan sambil window shopping atau belanja benaran. Di tempat ini tersedia dari fashion – fashion sampai toko buku. Jalur melalui Citylink Mall ini merupakan Mall yang ada di bawah tanah atau underground dan berada tepat pada War Memorial Park. Meskipun melalui jalur bawah tanah, jalur ini cukup nyaman dilewati, selain karena bisa window shopping juga karena merupakan jalur yang ber AC dan sejuk sehingga nyaman dilewati di siang hari.

Di tengah perjalanan akan bertemu dengan persimpangan One Rafless Link untuk menuju ke Sunctec City dan juga ke arah Esplanade Theatre jika ingin menuju ke Merlion Park. Di Suntec City kita dapat melihat Fountain of Wealth, atau berjalan ke arah The Singapore Flyer. Sedangkan jika menuju ke Esplanade Teater, maka dapat menuju ke Merlion Bay, Marina Bay Sand Hotel, Marina Bay Outdoor Gallery Floating Platform. Untuk menuju Merlion Park cukup menyeberang jembatan yang ada di depan Esplanade.
Jika turun melalui Raffles Place, rute yang ditempuh untuk berjalan kaki bisa dikatakan cukup dekat. Hanya melewati jalan utama Fullerton Road yang cukup ramai mungkin agak menegangkan. Setelah keluar dari stasiun MRT Raffles Place, menuju ke Batteray Road kemudian dapat berjalan menuju ke arah hotel The Fullerton. Setelah bertemu jalan Fullerton Road kita dapat menyisir melalui hotel Fullerton atau menyebrang ke One Fullerton. Dari sana akan menemui lokasi Merlion Park yang berada pada sisi One Fullerton.
One Fullerton :

Suana jalan Fullerton :

Jalan Fullerton ini juga dilewati rute Singapore Night F1 yang melaju dari Connaught Road terus berbelok tajam ke arah Esplanade Road. Yah lumayan buat tempat berfoto di areal jembatan Esplanade.

Dari MRT Raffles Place ada juga rute yang mengasikkan untuk berjalan menuju Merlion Park, yaitu menyusuri sungai Singapore River. Jika dari MRT, begitu keluar dari stasiun menuju Batteray Road. Tinggal masuk ke jalan Bonham. Dari sana tinggal menyusuri sungai menuju ke Merlion Park. Atau mau belok menyeberangi jembatan Cavenagh untuk melihat lihat patung Sir Stamford Raffles. Rute ini cukup menarik karena ada banyak tempat untuk difoto, seperti Hotel The Fullerton yang cukup megah.
Rute mana yang dipilih untuk berjalan jalan di sekitar Marina Bay adalah terserah anda. Lebih baik menggunakan rute berangkat dan rute pulang yang berbeda. Jadi semakin lengkap cerita perjalanannya. Yang penting kuat untuk berjalan kaki.
Incoming search terms for the article:
Category :
Transportasi
June 10th, 2010 @
novrand //
74 Comments
Untuk dapat menggunakan kereta MRT atau Mass Rapid Transit di Singapura harus menggunakan tiket elektronik. Tiket ini akan digunakan pada pintu masuk elektronik MRT dengan cara menempelkan atau tapping pada tempat yang sudah disediakan. Setelah tiket ditempelkan maka saldo pada tiket akan otomatis berkurang dan pintu akan terbuka.
Berikut ini adalah gambar pintu masuk mrt

Untuk memasuki pintu perhatikan tanda lampu pada pintu, jangan sampai salah masuk pada pintu keluar. Seperti trafic light terdapat lampu hijau dan merah untuk membedakan. Untuk yang membawa kereta bayi, troller atau kursi roda dapat melalui pintu masuk yang lebih besar.
Ada dua macam tiket MRT yaitu tiket yang digunakan hanya sekali pakai atau single trip dan ada juga yang dapat diisi ulang atau dengan kartu EZ Link.

Kartu EZ Link merupakan kartu smart card contactless yang menggunakan solusi dari Sony Felica. Jenis kartu ini mulai digunakan sejak tahun 2007 yang menggantikan sistem kartu magnetik dan sudah digunakan oleh 10 juta orang lebih dengan
4 juta transaksi setiap harinya. Untuk membeli kartu ini dapat dilakukan di loket tiket atau Passenger Service pada stasiun MRT, dengan pecahan nilai $5, $10, dan $15. Dengan $5 merupakan non refundable sebagai pengganti biaya kartu. Kartu ini dapat digunakan sampai 10 tahun. Keuntungan penggunaan jenis kartu ini adalah praktis. Karena setiap akan keluar masuk MRT kita tinggal tapping kartu ke pintu masuk dan tidak perlu antri beli tiket di mesin GTM atau General Ticketing Machine. Namun, jangan karena keasyikan keluar masuk sampai lupa isi ulang kartu. Sisa deposit akan ketahuan pada saat melakukan tapping (menempelkan) pada pintu masuk. Kalau ada kelebihan, pasti ada kekurangannya
. Kekurangannya yaitu kalau kita memasuki pintu masuk MRT maka saldo kartu akan diambil dengan jarak terjauh atau paling mahal. Tentunya harus punya saldo kartu yang cukup. Begitu keluar dengan jarak yang dekat, maka saldo sisanya akan dikembalikan pada waktu tapping di pintu keluar. Nah, kalau terjadi gagal tapping maka akan dikenakan biaya terjauh.
Kartu Single Trip atau Standard Ticket dapat digunakan sekali perjalanan. Kalau tidak terburu buru dengan perjalanan selama di Singapura, menggunakan jenis kartu ini juga cukup mengasyikkan. Harga tiket MRT rata rata antara $1-$3, harga tersebut tergantung jarak yang dipilih. Setiap pembelian tiket akan selalu ditambahkan biaya deposit kartu sebesar $1. Deposit ini akan dapat diambil kembali pada saat keluar di mesin GTM juga. Karena untuk pembelian tiket dengan pilihan denominasi yang kecil ini maka selalu siapkan pecahan uang yang kecil pula. Kan tidak mungkin kita beli tiket seharga $2 tapi dimasukkan uang kertas $100. Kalau diterima oleh mesin GTM nya maka kembalian akan berupa uang koin $1 an dengan cukup banyak
. Kantong bisa bisa menjadi tebal. Ya kalau baru datang dari Bandara Changi atau Pelabuhan Harbourfront dan masih memegang pecahan besar, ya belanja belanja dulu buat mecahin uang
.

Tahapan atau cara pembelian tiket MRT pada mesin GTM :
1. Siapkan uang dengan pecahan kecil ( ya tentu saja, memang pakai daun ), sebenarnya bisa juga pakai kartu kredit. Siapa yang sudah mencoba ?
2. Pilih menu “buy standard ticket” pada layar dengan memijit layar.
3. Pilih tujuan stasiun pemberhentian dengan memijit peta pada sebelah layar
4. Pilih jumlah tiket yang akan dibeli
5. Masukkan uang ke tempat yang sesuai, misalnya koin dan uang kertas
6. Tiket dan uang kembalian akan keluar
Setelah keluar dari stasiun pemberhentian, untuk tiket yang Standard dapat mengambil deposit $1 pada mesin GTM juga. Untuk melakukan pengambilan deposit atau refund dapat memilih menu “Refund Ticket”.

Incoming search terms for the article:
Category :
Transportasi
June 4th, 2010 @
novrand //
4 Comments
Mass Rapid Transit atau MRT menjadi transportasi utama di Singapura. Dengan menggunakan sistem jalur kereta api, kereta yang dapat bergerak cepat ini mulai dibangun sejak tahun 1983. Dan pada tahun 1987, mulai dioperasikan untuk umum yang dimulai pada jalur padat terlebih dahulu dari Yio Chu Kang Station sampai Toa Payoh Station.
MRT Singapore ini telah memiliki 79 stasiun yang tersebar berbagai wilayah. Jalur kereta yang ada dibagi atas 4 jalur, yaitu : Nort South Line yang melayani rute Jurong East sampai Marina Bay. Jalur East West Line yang melayani rute Pasir Ris sampai Joo Koon, dari Changi Airport juga menggunakan jalur ini, namun berhenti pada persimpangan Tanah Merah. Jalur North East Line yang menghubungkan HarbourFront sampai Punggol. Dan yang terakhir adalah jalur Circle Line yang menghubungkan Dhoby Ghaut dengan Marymount. Jika ingin berkeliling Singapura dengan MRT perlu mengenal jalur jalur tersebut, sehingga kita bisa mengetahui di stasiun mana kita harus turun atau berpindah kereta.
Untuk jalur peta MRT dapat dilihat pada gambar berikut :
Untuk download peta atau map MRT secara lengkap dapat dilihat pada link berikut.
Kebanyakan stasiun MRT berada pada bawah tanah (underground). Dan lokasi underground ini cukup dalam. Meskipun ada dibawah tanah, sinyal telepon tetap hidup normal. Dan juga sirkulasi udara cukup nyaman dengan adanya Air Conditioner. Setiap stasiun dilengkapi dengan fasilitas General Ticketing Machine (semacam mesin ATM) untuk pembelian tiket. Informasi penumpang di Passenger Service. Berbagai petunjuk dan informasi dalam bentuk LED dan Plasma Display.
Untuk menuju ke lokasi stasiun MRT, biasanya banyak petunjuk arah dengan logo berikut, kita tinggal teliti saja membaca petunjuk – petunjuk arah yang ada di jalan :
Pada setiap stasiun MRT, biasanya terdapat peta arah di sekitar stasiun MRT. Jika belum hafal keluarnya dimana, lebih baik baca dulu baik baik peta tersebut. Jadi pada waktu keluar dari stasiun, lebih dekat dari tujuan yang dicari. Soalnya, saya juga pernah nyasar karena salah keluar pintu. Misalnya di terminal City Hall, jika ingin keluar ke daerah City Hall jika salah pintu bisa bisa keluar di Suntec atau di Esplanade.
Jika tetap bingung, bisa bertanya ke petugas pelayanan di bagian Passenger Service.
Kereta MRT ini berjalan dengan cepat dan tepat waktu. Biasanya jarak antar kereta cukup dekat. Jadi, tidak usah terburu buru memasuki kereta (kecuali kereta terakhir
). Cukup perhatikan saja kedatangan kereta berikutnya pada layar monitor di dekat pintu masuk MRT. Prioritaskan orang keluar terlebih dahulu dan jangan berdiri di depan pintu.
Pada stasiun biasanya ada dua jalur kereta dengan arah yang berbeda. Baca baik baik petunjuk arah yang terdapat diatas pintu masuk. Biar tidak salah masuk kereta. Biasanya orang Singapura berjalan cukup cepat untuk menuju kereta, ya kan mereka sudah hafal harus belok ke kiri atau ke kanan. Jika dalam kondisi ramai, lebih baik cari dulu posisi yang agak sepi. Baru dibaca petunjuk arah dengan baik. Kalau situasi cukup padat, biasanya pada jam jam awal berangkat kantor atau jam pulang kantor, cari pintu masuk kereta yang paling ujung atau paling jauh dari tangga eskalator. Biasanya cukup sepi, dan kalau beruntung gerbong keretanya cukup longgar.

Suasana dalam lingkungan stasiun MRT dan kereta sangat bersih. Jadi dilarang makan dan minum sembarangan di dalam areal ini. Karena jika melanggar, akan dikenakan denda. Cukup lumayan denda yang dikenakan. Ada banyak papan denda yang ditempel di berbagai tempat di sekitar pintuk masuk MRT. Jika lapar atau haus lebih baik makan terlebih dahulu sebelum naik kereta. Ada banyak toko kecil semacam 7Eleven di dalam lingkungan stasiun. Daripada kena uang denda lebih baik buat belanja makan dan minum dulu di toko.
Berikut ini daftar rute Jalur MRT :
North East Line : Jurong East (NS1 / EW24), Bukit Batok (NS2), Bukit Gombak (NS3), Choa Chu Kang (NS4/BP1), Yew Tee (NS5), Kranji (NS7), Marsiling (NS8), Woodlands (NS9), Admiralty (NS10), Sembawang (NS11), Yishun (NS13), Khatib (NS14), Yio Chu Kang (NS15), Ang Mo Kio (NS16), Bishan (NS17/CC15), Braddell (NS18), Toa Payoh (NS19), Novena (NS20), Newton (NS21/DT11), Orchard (NS22), Somerset (NS23), Dhoby Ghaut (NS24/NE6/CC1), City Hall (NS25/EW13), Raffles Place (NS26/EW14), Marina Bay (NS27), Marina Pier (NS28).
East West Line : Pasir Ris (EW1), Tampines (EW2/DT?), Simei (EW3), Tanah Merah (EW4), Bedok (EW5), Kembangan (EW6), Eunos (EW7), Paya Lebar (EW8/CC9), Aljunied (EW9), Kallang (EW10), Lavender (EW11), Bugis (EW12/DT14), City Hall (EW13/NS25), Rafless Place (EW14/NS26), Tanjong Pagar (EW15), Outram Park (EW16/NE3), Tiong Bahru (EW17), Redhill (EW18), Queenstown (EW19), Commonwealth (EW20), Buona Vista (EW21/CC22), Dover (EW22), Clementi (EW23), Jurong East (EW24/NS1), Chinese Garden (EW25), Lakeside (EW26), Boon Lay (EW27), Pioneer (EW28), Joo Koon (EW29).
Untuk rute ke Changi, menggunakan jalur East West Line, namun turun di stasiun Tanah Merah (EW24), kemudian menyambung ke Expo (CG1) dan terakhir Changi (CG2).
North East Line : HarbourFront (NE1/CC29), Outram Park (NE3/EW16), Chinatown (NE4/DT19), Clarke Quay (NE5), Dhoby Ghaut (NE6/NS24/CC1), Little India (NE7/DT12), Farrer Park (NE8), Boon Keng (NE9), Potong Pasir (NE10), Woodleigh (NE11), Serangoon (NE12/CC13), Kovan (NE13), Hougang (NE14), Buangkok (NE15), Sengkang (NE16/STC), Punggol (NE17/PTC).
Incoming search terms for the article:
Category :
Transportasi